Kabupaten Sidoarjo

Cegah Demam Berdarah

  • 06 November 2019
  • 161 kali

Penyakit demam berdarah masih menjadi momok. Di Puskesmas Sidoarjo misalnya, ditemukan delapan penderita. Puskesmas melibatkan murid-murid dari 86 sekolah untuk menjadi juru pemantau jentik (jumantik).

”Siswa jadi kader jumantik,” kata Kepala Puskesmas Sidoarjo dr Hinu Tri Sulistijorini, Ririn, MMRS

Yang dilibatkan adalah siswa SD hingga SMA. Mereka dilatih teori dulu, lalu diajak praktik cara memantau jentik. Contohnya, pelajar SMPN 5 Sidoarjo kemarin (25/10). ”Nyalakan senter, periksa pojok-pojok bak penampung air. Kalau ada jentik dibuang, tempatnya dibersihkan.” kata Anggita Najwa Kirana, salah seorang siswa.

Mereka juga mempelajari ciri-ciri penderita dan cara penanganan demam berdarah. ”Kalau fogging bikin sesak, begini lebih efektif. Sasarannya lebih besar karena melibatkan banyak siswa,” kata Kepala SMPN 5 Sidoarjo Siti Latifah.

Menurut dr Hinu, pelibatan siswa sangat efektif. Sebab, mereka juga menjadi pemantau di keluarga masingmasing. Misalnya, satu sekolah 500 siswa, itu berarti sudah 500 keluarga yang terpantau. Orang tua juga dilibatkan agar turut sadar. Gotong royong penanganan demam berdarah itulah yang ingin dibangun.